Feb 28, 2023

Hidup sesuai dengan Firman Tuhan

100_1976

Pada masa kini, banyak orang di dunia ini menaruh harapan pada agama. Setiap agama memiliki keyakinannya masing-masing –ajaran, kitab suci, dan cara ibadah setiap agama– yang berbeda. Agama agama di seluruh dunia mencari demi mendapatkan kedamaian dan kepuasan dengan cara berkurban; mencari pentunjuk dari roh-roh, dan mengupayakan perbuatan-perbuatan yang baik.

Siapa pun yang tidak terus mempelajari Firman Tuhan adalah seperti kapal tanpa layar.

Ada orang yang mengira telah mendapatkan kedamaian dalam hatinya karena sudah melakukan perintah-perintah tuhannya, dan lalu merasa puas. Bahkan banyak orang Kristen yang mencari Tuhan di luar Firman-Nya. Mereka mencari kehendak Tuhan di luar Firman-Nya. Mereka menafsirkan Alkitab tanpa mempelajari Alkitab.

Kita percaya bahwa Alkitab diilhami Tuhan. Tuhan adalah sumbernya. Alkitab yang kita punya diberikan Tuhan supaya kita tahu siapa Tuhan itu dan bagaimana hidup sesuai dengan kehendak Tuhan. Banyak orang Kristen tidak kenal dengan Tuhan yang menyelamatkan mereka sebab mereka tidak mempelajari Firman-Nya.

Kebenaran Alkitab adalah kebenaran yang sebenarnya dan mutlak/absolut. Yohanes 17:17 mencatat doa Yesus tentang murid-murid-Nya, “Kuduskanlah mereka dalam kebenaran; Firman-Mu adalah kebenaran.” Maksud saya dengan kebenaran yang mutlak/absolut adalah tidak ada kesalahan dalam Alkitab. Setiap Firman adalah benar, sebab Tuhan itu benar, dan Dialah yang mengilhaminya.

Kitab 2 Samuel 7:28 mencatat, “ Engkaulah Allah dan segala Firman-Mulah kebenaran.” Sifatsifat Tuhan adalah kebenaran. Dia tidak bisa berbohong, jadi Firman-Nya adalah kebenaran. Kalau Tuhan bisa berbohong, Firman-Nya bukan kebenaran, dan tidak bisa dipercaya.

Waktu Tuhan menciptakan kita, Dia mau kita hidup dengan baik. Untuk hidup, kita perlu makanan, istirahat, dan kerja. Sama halnya dengan kita sebagai orang Kristen. Kita diciptakan untuk berbakti kepada Tuhan dengan kehidupan yang kudus, penuh syukur, kebenaran, pengendalian diri, disiplin, taat pada aturan Tuhan, dsb.

Kita bisa lalukan semua hal ini hanya melalui Firman-Nya. Waktu seseorang bertobat dan beriman kepada Kristus, Kristus hidup di dalamnya dan Firman-Nya menjadi sangat penting dan dia berusaha hidup sesuai dengan Firman Tuhan.

Kalau kita tidak makan, tidak istirahat, dan tidak kerja, kita akan mati. Kita tidak bisa hidup sesuai dengan Firman Tuhan, kalau kita tidak mendengarkan Kristus. Firman Tuhan adalah makanan yang sangat baik sekali. Tuhan berfirman dan mengatakan bahwa tidak ada cara lain di dunia ini untuk kita bisa menjadi seperti Kristus kecuali mentaati Firman-Nya. Melalui Firman-Nya kita akan makin menjadi seperti Kristus.

Pertanyaannya, apakah orang Kristen harus hidup kudus? Ya, orang Kristen harus hidup seperti sudah hidup di surga. Orang Kristen yang benar adalah orang yang mempercayakan hidupnya kepada Tuhan. Kita harus hidup menurut pentunjuk Tuhan. Tuhan tidak akan pernah mengingkari janjiNya. Janji-Nya selalu benar. Satu-satunya cara kita bisa dikuduskan adalah melalui Firman-Nya.

Surat 2 Timotius 3:16 mencatat, “Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.”

Tuhan tidak memberikan yang lain untuk kita; Ia tidak mempercayakan pribadi lain, buku lain, roh lain, dan hal-hal lainnya. Firman-Nya sudah cukup dan tidak perlu hal-hal lainnya lagi untuk kita hidup kudus.

Kita tidak bisa sempurna sampai kita bersama-sama dengan Tuhan di surga, tetapi kita sedang menuju ke kesempurnaan seperti dikatakan oleh Rasul Paulus dalam Filipi 3:12, “Bukan seolah-olah aku telah memperoleh hal ini atau telah sempurna, melainkan aku mengejarnya, kalau-kalau aku dapat juga menangkapnya, karena aku pun telah ditangkap oleh Kristus Yesus.”

Ketika kita berjalan di dalam terang Tuhan, kita mengalami persekutuan dengan Tuhan yang tidak sama dengan persekutuan-persekutuan yang lain di dunia ini. Yesus adalah segalanya. Yesus adalah harta yang tak ternilai.

Mari kita terus setia pada Firman-Nya dan terus mengakui dosa kita, dan mempunyai persekutuan yang kuat yaitu berjalan di dalam terang-Nya.

Sebagai orang yang mengasihi Tuhan dan mau hidup menurut kehendak-Nya, mari kita tetap setia pada Firman-Nya dan mempercayakan diri hanya pada Firman-Nya. Tuhan berfirman kepada kita bahwa kita bisa makin seperti Dia, beribadah dan memuji Dia karena Dia layak.

“Apabila aku bertemu dengan perkataan-perkataan-Mu, maka aku menikmatinya; Firman-Mu itu menjadi kegirangan bagiku, dan menjadi kesukaan hatiku, sebab nama-Mu telah diserukan atasku, ya Tuhan, Allah semesta alam”

Yeremia 15:16